Laman

Minggu, 06 Januari 2013

UNFORGETTABLE TIME PART 1


1. Author : Iin Novita Sari
2. Title : Unforgettable Time
3. Cast :
Syakiera Crystal Kim
Kwon Jiyong a.k.a G-Dragon
Member BigBang
All YG Family


*Kiera Pov*
Kalau kau bertanya bagaimana perasaanku saat ini? Akan ku katakan, Oh My Effing God I’m gonna die right now! Kau tahu kenapa? Karena akhirnya aku kembali lagi ke tanah leluhurku setelah sekian lama tak pernah kembali, Korea. thats my final destination, kata ayahku. Yeah yeah yeah what ever! Hampir seluruh  masa remajaku ku habiskan dengan berkeliling dunia. Jangan terlalu berbangga diri, itu tak lain dan tak bukan hanya karena ayahku adalah seorang Diplomat. Aku berkewarganagaraan Inggris. Ouch.. are you a little bit confuced right now. Sorry my bad! (-_-“) let me explain. Ayahku berdarah campuran, Korea dan Inggris. And my mom is Spanish. Can you imagines that? How beautiful I am. Ok lupakan itu.
Sekarang aku  berusia 22 tahun. Mungkin akan bertambah sebentar lagi. Profesiku sebagai seorang model professional menuntutku untuk harus selalu tampil fashionable. Bukan salahku kalau aku mempunyai wajah yang rupawan, memiliki senyum menawan yang mungkin bisa membuat Da Vinci tergoda dan mendapatkan anugrah dari Tuhan yang memberikanku  tubuh yang sempurna. Tapi berulang kali harus kutekankan, ‘I’m no beauty queen I’m just beautiful me’. Ok skip¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬________________
Dan disinilah aku sekarang, duduk di seat First Class Korean Airlines yang melayang di atas samudra Atlantik. Seorang pramugari berdiri mendekatiku
“Aku tidak suka kopi di malam hari, itu membuatku tidak bisa tidur. Terima kasih.” Ucapku langsung
“makan malam? Makanan penutup? Atau anda menginginkan yang lain, Mrs. Kim?”
Aku hanya bisa menggeleng pelan, “aku menghabiskan akhir  pekan ini dengan berpesta  di kapal pesiar menyusuri perairan Bahama. So, no thanks.” Sahutku lagi
Pramugari itu tersenyum lebar. “Ah, itu sudah menjelaskan semuanya. Bagaimana kalau segelas Blue Martini?”
“sempurna.”
Sebenarnya aku juga tidak mau blue martini. Tapi pramugari itu bermaksud baik  dan mengatakan ‘ya’ kepadanya adalah satu-satunya cara untuk meyakinkan si pramugari untuk meninggalkanku sendiri. Pramugari itu membawakan segelas blue martini, aku menyesapnya asal-asalan lalu menyingkirkannya, mematikan lampu, menurunkan sandaran kursi kebelakang dan memejamkan mata.
Setelah menempuh 24.600 kilometer selama 18 jam, akhirnya Co-Pilot mengumumkan kalau pesawat akan segera mendarat di Incheon International Airport, South Korea. Aku harus segera menyesuaikan jam disini. Di Korea, langit mulai gelap. Aku menghela nafas frustasi, tubuhku lelah tapi aku tidak mengantuk,pasti Jetlag lagi. Aku sampai kesimpulan bahwa aku pasti sudah gila. Aku memang seperti orang gila kemarin. Berita apa yang kudengar? 
*Flashback Pov*
Aku sedang melakukan sesi pemotretan untuk Vouge Magazine Limited Edition di pulau kecil dekat Kepulauan Bahama, dan kemudian tiba-tiba Antonio, asisten pribadiku mengatakan kalau ayahku menelepon. What the hell is going on? Tak biasanya ayah meneleponku di saat kerja, biasanya ia akan menungguku sampai selesai tapi kenapa sekarang begitu mendesak. Apa terjadi sesuatu? 
“Hallo Daddy, whats going on?” tanyaku setelah telepon satelitku tersambung.
“Ah.. Kiera-ah, Bogoshiposeo.” Jawabnya
Ah. Aku lupa kalau ayahku memang punya kebiasaan menggunakan bahasa korea saat sedang berbicara denganku. Katanya agar aku tidak melupakan budaya leluhurku. Awalnya aku menolak, tapi lama-kelamaan karena keseringan menolak aku menjadi bosan sendiri sampai akhirnya aku mulai terbiasa dengan bahasa ayahku itu dan membiarkannya.
“Daddy, kau tidak meneleponku hanya untuk mengatakan hal itu kan? Tanyaku penuh selidik seraya menaikkan sebelah alisku
“Aniya, aku memang ingin menyampaikan sesuatu kepadamu. Geunde, Neun… Bogoshipo aniya?”
For God Shake! Aku menghela nafas pelan, “Dad, you know I always miss you all guys so much. Mom and you. Uncle B, Dorotha, ah.. Boss too. Chihuahua-ku. Jangan pernah mengatakan hal-hal seperti itu lagi.” Berusaha keras mengatakannya dengan nada semanja mungkin.
“Ah.. arraso arraso. Don’t be mad ok. 
Aku tertawa pelan “Appa.. apakah itu mungkin?” tanyaku manja, kalau sekarang ia ada dihadapanku mungkin ia sudah bisa melihat wajah cantikku yang sedang ber-aegyo ria.
Kudengar tawa renyahnya diujang sana, mau tak mau pipiku bersemu merah dan tersenyum-senyum sendiri mendengar ucapanku barusan. Memanggilnya Appa sama langkanya dengan populasi badak bercula satu didunia saat ini. Sama mahalnya dengan membeli sebuah Gulfstream 650 (G6) yang selalu dielu-elukan Far East Movement dalam lagu hits-nya ‘Like a G6’. 
“ouh. I miss that.” Sahutnya pelan lebih berupa bisikan. 
Aku tahu disana ia sangat senang dan puas mendengarku memanggilnya Appa. Lebih tepatnya itu memang harapan yang diam-diam dipendamnya. Berusaha menarikku pelan-pelan ke lingkaran leluhurnya. Hangguk sarami. Bukannya aku menolak, hanya saja karena aku memang berkewarganegaraan Inggris, dan lebih banyak berkelana di dunia barat sedikit-demi sedikit ingatanku tentang korea perlahan memudar. Hey, tapi aku juga pernah beberapa kali mengunjungi negara-negara di Asia loh, seperti Turki, Jepang, Indonesia, Maldives dan Thailand untuk melakukan sesi pemotretan. Satu kata untuk negara-negara itu, OWESOME! Tapi tidak sekalipun mencoba singgah ke Korea. Ugh. Bad people. Tanpa sadar aku mengeluarkan dengusan pelan.
“Chagi-ah, Gwenchanayo? Aku seperti mendengarmu sedang meludah!” Ucapnya 
“MWO?? Meludah?” Aku tertawa gugup “Ige Bwahrietaeyo?”(Apakah ini masuk akal?) aku tertawa lagi kali ini dengan sangat tidak feminim membuat Antonio tersenyum simpul heran memandangku, kemudian tak berapa lama kembali memainkan PSP-nya dengan mimik muka serius mengalahkan Albert Enstein.
“Lalu mengapa kau mengeluarkan suara seperti itu?”
“Emmm. Appa, tadi kau bilang kau ingin menyampaikan sesuatu kepadaku, Mwoya?” tanyaku mengalihkan perhatiannya.
“Ah kau benar. Kembalilah ke Korea.” Tembaknya langsung.
DEG!
What??! Back to Korea? Jinjjaru? Waeyo? Daddy memintaku kembali ke Korea? Ada yang tidak beres. Kenapa tiba-tiba? Sebelumnya aku belum pernah ke Korea, kenapa sekarang.. apa daddy ingin aku menemui seseorang? Jodohku? Ani…ani.. daddy tak mungkin sepicik itu. Kepalaku dipenuhi pertanyaan yang melaju seperti busur panah. Cepat dan tak tentu arah.
“Kenapa?” Tanyaku hati-hati
“Grandpa Kim merindukanmu.”
Tanpa terasa aku menghebuskan nafas lega. “Aah. Is he ok? Aku sudah lama tidak bertemu dengannya.” Sahutku datar, teramat jelas terpancar rona kelegaan disuaraku.
“itulah sebabnya, dia sangat merindukanmu, cucu satu-satunya yang tak pernah sekalipun mengunjunginya kesana. Apa daddy pernah mengajarimu menjadi seseorang yang tidak mau memikirkan kakeknya sendiri?”
“bukan seperti itu, bukankah biasanya harabojji yang datang menemuiku di UK,” ucapku sambil mengerucutkan bibir mungilku
“Yaa! Dia sudah sangat tua dan kau menyuruhnya untuk mengunjungimu begitu?”
“A,,aniya, greomgo aniya.”
Daddy menghela nafas panjang, kemudian dengan lembut ia memohon “temani dia disana Kiera-ah, dia tidak memiliki siapapun selain daddy, dan daddy masih harus tetap berada di Spanyol sampai tahun depan sebelum kembali ke Korea. Daddy mohon Chagi-ah, dan.. dan ibumu juga Grandpa D sudah setuju. Dia membutuhkan kita nak.”
Mendengarnya bersungut-sungut seperti itu membuatku tidak tega, padahal mulutku sudah sangat siap melontarkan beberapa penolakan. Belum sempat aku bersuara daddy kembali memohon padaku,
“Apa kau tega membiarkan dia mengurus sendiri KSK Resort dan Kim Silicomtech? Dan sekarang dia malah mengajar di Korea University. Pria tua sibuk, kesepian dan tak ada yang menemani,”
Aku tertawa pelan mendengarkan ayahku mengatai ayahnya sendiri. Kakek-ku yang satu ini memang orang yang jenius, mungkin kepintaranku juga tertular darinya. Buktinya aku bisa masuk universitas paling elite di Inggris, University of Cambridge jurusan Art and Desaign.
“Kalau kau tak ingin berkecimpung di dunia bisnis its ok, daddy tak akan pernah memaksakan kehendakmu. Kau ingin tetap menjadi model? Ingin terus di dunia entaintment? Daddy akan mengurusnya agar kau bisa masuk agensi besar di sana. Daddy hanya ingin kau menemaninya, berada disampingnya mendukung segala yang dilakukannya dan menjaganya.”
Aku hanya diam tak menjawab, sambil menjentik-jentikan kuku dan memonyong-monyongkan bibir, seperti  anak idiot.
“Kiera-ah, apa kau mendengar apa yang daddy bilang?” tanyanya pelan
Aku tersentak, “Ah, ye appa. tapi bagaimana dengan kuliahku?” masih berusaha mencoba beberapa kartu As yang tersisa
“Appa sudah memikirkan segalanya, kau tak perlu khawatir. Korea University termasuk kedalam 3 universitas terbesar di Korea akan sangat bangga menerima mahasiswi berbakat dari University of Cambridge sepertimu. Bagaimana dengan karir modelmu? Kau ingin melanjutkannya di Korea? Appa bisa……”
“kampusku turun peringkat kalau begitu” potongku seraya menghela napas panjang kecewa. “Dan appa, Aku bukan anak kecil yang tidak bisa mengurus karirku, aku akan melakukannya sesuai dengan caraku sendiri. Dan appa jangan pernah coba-coba mencampuri urusanku yang satu ini. Arra!”
“baiklah. Dan sayang, Korea University juga bagus kok. Kau akan senang ada di sana. jadi kau setuju kembali ke Korea kan?” tanyanya dengan suara lebih antusias
“Apa sekarang aku masih bisa menolak Appa?”
“Tidak!” sahutnya tegas.
“Geunde, apa appa tidak merasa janggal, aku memanggilmu dengan sebutan Appa dan Daddy secara bersamaan, apa kau tidak protes?” lucu dengan ucapanku sendiri membuatku terkekeh pelan.
“Appa menyukainya sayang, dan Appa yakin, setelah ini kau akan selalu memanggilku Appa,”
Aku tersenyum simpul.
“Besok kurir akan mengirimkan tiket pasawat ke apartement-mu. Kemudian segeralah temui Granpa Kim. Arraso?!”
Aku tersenyum, “Ye appa..”
Sambil menghela nafas pelan Aku melemparkan ponselku kearah Antonio, yang langsung ditangkapnya dengan sigap.
“Apa yang dikatakan ayahmu?” tanyanya penasaran
“kita ke Korea. Beri tahu Lyka.” Sahutku seraya berlalu  meninggalkannya yang masih kebingungan
“W..what??!!!”
*Flashback End*
*Kiera Pov*
Aku turun dari pesawat sambil menguap pelan. Mengantuk?  Tentu saja tidak. Lelah? Mungkin. Antonio dan Lyka ada di belakang. Mereka memang asisten pribadiku yang paling setia, mengikutiku kemanapun aku melangkahkan kaki. Mereka sudah ku anggap sebagai kakakku sendiri, karena aku memang tidak memiliki seorang kakak maupun adik yang bisa dijadikan sebagai tempat bernaung dan berbagi. Bisa dibilang merekalah pelitaku disaat terang maupun gelap. Tak heran mom and dad juga sangat menyukai mereka.
Bagi seorang model, fashion adalah segalanya, begitupula bagiku. Style bandara sangatlah penting. Stiletto Biru gelap membungkus indah kakiku, celana skiny jeans Ketat bewarna senada membalut betis jenjangku, kemeja Vercase putih dilapisi Blazer Abu-abu sama sekali tak bisa menutupi kecantikan alami tubuhku. Dengan kacamata hitam membingkai mataku dan rambut cokelat ikal lebat yang kubiarkan tergerai indah di punggungku. Seraya memakai topi piring lebar abu-abu yang hampir menutupi wajahku. Sambil menjinjing koper di sebelah kanan sedangkan tangan kiriku menggendong Boss, Chihuahua-ku yang sempat kuambil sebelum aku berangkat ke Korea, aku berjalan menyusuri bandara menuju bagian imigrasi. Di belakang Antonio dan Lyka yang tak kalah Fashionable-nya mengikuti sambil mengawasi petugas bandara yang membawa barang-barang kami.
Aku tahu semua mata tertuju pada kami, terutama padaku. Sebagai model dunia aku agak sedikit khawatir kalau-kalau paparazzi mengetahui keberadaanku. Semoga saja tidak. Aku berjalan agak cepat, Antonio dan Lyka mengikutiku dengan tergesa-gesa pula.
“Kiera pelan-pelan sedikit, kakiku mau patah!” seru Lyka sedikit terengah-engah
“makanya, turunkan sedikit berat badanmu, kau gendut sekarang,” Seru Antonio memeletkan lidahnya mengejek.
“Hey, kau mau mati di tanganku? HAH!” teriak Lyka dengan kesal sambil mengangkat tasnya tinggi-tinggi berusaha menggapai kepala Antonio, Antonio hanya tertawa sumringah.
“Stop Playing guys, aku tak mau sampai ada paparazzi yang tahu keberadaanku disini,” ucapku pelan, mereka langsung terdiam
Sesampainya dibagian imigrasi , aku langsung menuju petugas Bea Cukai, untung antrian tidak terlalu panjang, jadi kami bisa langsung masuk.
“Good afternoon sir,” sapaku berusaha seramah mungkin pada sang petugas yang tampak terkejut dengan kehadiranku
“Ah, ye.” Sahutnya gugup sambil memandangi wajahku yang tertutup topi lebar, meskipun begitu tetap tak menutupi kecantikanku. Shock menghiasi wajahnya. “are you a visiter?” Tanya sang petugas dengan bahasa inggris yang sangat aneh, matanya tak lekang memandangi wajahku
“No sir, actually I want to stay here for couple a mount, to see my grandpa. So….” Sahutku santai, berusaha mencairkan suasana, Antonio dan Lyka terkekeh pelan dibelakangku
“ok. Can you show you have paspor?” Suaranya pelan. Tampak malu karena Bahasa inggrisnya berantakan.
Aku tersenyum tenang, “tuan, anda bisa menggunakan bahasa korea saja kalau mau” aku menenangkannya,
Tiba-tiba saja wajahnya langsung bersinar
“Ah Geurae. Ghamsahamnida. Saya hanya menggantikan seorang teman sebentar dia sedang ke toilet, jadi agak sulit. Mianhamnida .”
“Gwenchana.” sahutku
Kini ia jelas-jelas tersenyum senang. Kemudian kembali melanjutkan tugasnya
“Yeokkwoneul boyeo juseyo.”(Tolong tunjukkan paspor anda.) ucap sang petugas dengan menggunakan bahasa korea, aku yang memang sedikit mengerti bahasa korea langsung menyerahkannya
“yeogi isseumnida.” (ini, paspor saya.) 
Mendengar aku mampu mengucapkan bahasa korea dengan sangat fasih, tak ayal membuat Antonio dan Lyka terkejut. Mungkin mereka tak menyangka kalau aku mampu berbahasa korea. 
“you can speak Korean so clearly!” seru Lyka terkejut, matanya berkedip-kedip kemudian melotot lebar, sedangkan mulut Antonio kini sudah tertutup lagi setelah tadi terbuka sangat lebar.
Aku hanya tersenyum menanggapinya, “That’s one the best things about me guys!” bisikku kemudian tertawa bangga
Petugas imigrasi kembali mengajukan pertanyaan kepadaku
“Han guge cheo eum osseyosseumnikka,” (apakah anda datang ke korea untuk pertama kalinya?)
“Anio, dubeonjjaemnida,” (tidak, ini kedua kalinya.)
“Ah, baiklah, apakah dua orang dibelakang anda adalah teman?” tanyanya lagi
“Ye.” Sahutku, dia menggangguk kemudian tersenyum ramah
“Kalau begitu kalian bisa lewat.”
“Ghamsahamnida.” Ucapku sambil membungkukkan badan sedikit, tradisi orang korea.
*Author Pov*
Mereka berjalan dalam diam, tak mau menarik perhatian siapapun, apalagi mereka tahu kalau bandara adalah tempatnya pada pemburu berita. Dan keadaan terburuk seorang public figure adalah bertemu paparazzi. Setidaknya jangan terjadi sekarang. Mereka lelah, lapar dan ingin mandi dengan segera. Namun tiba-tiba saat mereka akan keluar dari pintu utama. Langkah kiera terhenti seketika. Banyak Kamera dan wartawan di luar bandara.
“Kiera What’s going on?” Tanya Antonio sambil melongokan badannya dari samping bahu Kiera, “O..o.. this is a Badly situation girls.”
“Let’s back up. Don’t run and be calm” Bisik Kiera pelan
“its Ok guys, ada artis korea yang juga mau kesini. Ah.. coba kulihat, siapa mereka? O.M.G.G.B.E.G!!” (Oh My God Gift Best Ever Girls) teriak Lyka pelan.
“SSShhhh.. pelankan suaramu, jangan terlalu menarik perhatian, arraso!”
“Ups, sorry beautiful, my bad! Hihi, kita seperti kriminal saja.”
Seketika muka Kiera berubah kelam. “jangan pernah memanggilku seperti itu, aku tidak suka. Cukup dihati saja.”
“Ok!” sahut Lyka patuh sambil mengacungkan dua jarinya ke udara yang otomatis membuat Kiera tertawa pelan
“Siapa mereka?” Tanya Antonio
Lyka hanya mengangkat bahunya
“jadi kenapa kau berteriak kalau kau tak tahu siapa mereka.” Sahut Antonio kesal
“Look at them idiot. So cute isn’t it? Mereka pasti artis, aku dengar Korea memiliki selebriti berwajah malaikat. Cantik dan tampan.”
Terlalu berlebihan memang kedengarannya, tapi Kiera yang penasaran mau tak mau ikut melihat kearah artis korea tersebut dan secara mengejutkan tiba-tiba semuanya terasa kacau. Kerumunan orang yang satu berlari karena di kejar oleh kerumunan lainnya. Dan mereka menuju tempat dimana Kiera berdiri, Blizzt kamera dimana-mana.
BRUUUUK!!!! Sesuatu menabraknya dengan keras
Kiera terjengkang jatuh ke lantai dengan sangat tidak feminim. Topinya terlepas mempelihatkan wajah cantiknya, karena kerasnya tabrakan itu sepatu Kiera pun ikut terlepas. Sialnya lagi seseorang kini menimpa tubuhnya. Kiera menjerit tertahan merasakan sakit yang amat sangat di lengannya karena menahan berat badan. Tiba-tiba tubuh yang menimpanya bangkit.
“Gwenchanayo?” tanyanya dengan nada Khawatir, suaranya sexy.
“Kiera are you ok?” Tanya Antonio Khawatir
Kiera membuka matanya, Lyka membantunya bangkit berdiri “Yaa!! Where is you eyes, uh?” teriak Kiera dengan nada murka
Kiera menatap orang yang menabraknya. Pria dengan rambut yang aneh, bermata besar, tidak seperti mata orang korea kebanyakan, berkulit putih bersih dan bertubuh tinggi proporsional. Mengenakan kemeja putih, celana jeans hitam dan jaket kulit hitam yang dipegangnya ditangan sebelah kanan. Kiera tahu siapa dia. G-DRAGON. OMG! Tiba –tiba seseorang yang berperawakan agak pendek menghampiri Kiera yang masih terkejut.
“Ah jeongmal jeosonghamnida. Are you ok? Kami sedang terburu-buru, banyak wartawan disini” Ucap orang tersebut dengan bahasa korea dan inggris yang dicampur-campur berusaha meminta maaf pada kiera. Ah, kiera mengerti mungkin manajer-nya.
Tapi Kiera yang sudah terlanjur kesal dengan sinis menjawab. “nuguseyo?!!”
“ye?”
“dia yang menabrakku kenapa kau yang meminta maaf?” Tanya Kiera kesal “bukan kalian saja yang diincar-incar wartawan, idiot!” Kiera menggerutu pelan
“Ne?”
Tiba-tiba ada segerombolan orang lagi yang datang menghampiri Kiera, seperti orang bar-bar yang kelaparan. Kiera berusaha menghindar sambil membelai menenangkan Boss yang mulai ketakutan. Sambil memakai kembali High Heels-nya yang sempat terlepas.
“Hyung, gwaenchanayo, kami berhasil menahan wartawan. Petugas bandara sudah mengurusnya. Gogcheongmaseyo.” Kemudian mereka mengalihkan mata ke arahku. “O.. nugu? Oaaah.. Jinjja Yeppoeta!” teriak Seungri 
Kiera hanya menatap mereka dengan pandangan paling membunuh yang bisa tunjukkannya, sedikit berharap bisa mengeluarkan sinar laser seperti ‘Superman’.
*Author End Pov*
*Jiyong pov*
Aku berlari kencang berusaha menghindar saat gerombolan wartawan mulai memburuku dan member Big Bang lainnya, namun tiba-tiba saja,
BRUUUK! Aku menabrak seseorang dengan sangat keras, ia menjerit pelan membuatku cepat-cepat bangkit.
“Gwenchanayo?” tanyaku pelan
Dia berdiri kemudian berteriak “Yaa!! Where is your eyes, uh?” dia menatapku garang di balik kacamata hitamnya.
Ya Tuhan, cantik sekali wanita ini. Aku terdiam memandanginya, wajahnya yang memesona tak urung menarik perhatianku. Terlihat jelas kalau dia bukan orang Korea, aku seperti mengenalnya, tapi dimana? ada sedikit bias Korea di wajah indahnya. Apa? Russian? American? Atau Latin? 
Aku masih terpaku saat manajer Hyung menghampiri kami dan berkata
“Ah jeongmal jeosonghamnida. Are you ok?” Kami sedang terburu-buru, banyak wartawan disini” 
Tampak wanita itu sedikit terkejut kemudian dengan sinis menjawab dengan pertanyaan “nuguseyo?!!”
Dia menggerutu tak jelas. Wah. Dia bisa berbahasa Korea?  Tiba-tiba si Maknae Seungri menghampiri kami dan mulai berkoar-koar lagi,
“Hyung, gwaenchanayo, kami berhasil menahan wartawan. Petugas bandara sudah mengurusnya. Gogcheongmaseyo. O.. nugu? Oaaah.. Jinjja Yeppoeta!” teriaknya
“Yaa!! Desisku kepada Seungri
Aku mengalihkan perhatianku kembali pada gadis yang kini menatapku dengan tatapan mautnya. Omo, tak mungkinkan aku yang memiliki tatapan elang kalah darinya. Cantik tapi mengerikan. Bukan tipe-ku. Aku mencoba berbicara kepadanya,
“Yak! Maaf kalau aku menabrakmu. Lagipula kenapa kau berdiri di jalurku. Itu salah mu sendiri.” 
Kini dia benar-benar  marah sekarang, terlihat dari wajahnya yang memerah, mulutnya membulat geram, sambil membuka kaca matanya dia melotot ke arahku. Wajah ini terlihat sedikit familiar bagiku dan itu membuatku tertegun sekilas, Matanya hijaunya besar dan indah, bulu matanya sangat lentik, alis tebalnya yang tampak menyatu karena kesal semakin membuat wajahnya terlihat sempurna. ‘Ah, kenapa aku malah terpesona. Tidak mungkin.’ Aku buru-buru kembali memasang tampang dingin menatapnya. Bisa sajakan dia cuma Fans yang ingin mencari keuntungan dari kami. Buktinya dia bisa berbahasa Korea, berarti dia tahu Big Bang. Mungkin Cuma orang asing yang sudah lama tinggal di Korea. Kami harus selalu berhati-hati, karena skandal yang terjadi beberapa waktu lalu tidak boleh sampai terulang lagi, apalagi kami baru saja Comeback. 
“Oh my effing God, excuse me!!!” teriaknya dengan nada tak percaya sambil mendengus kesal. “Neo Micheoso? Aku menghalangi jalurmu? Apa bandara ini punya nenek moyangmu?” teriaknya lagi.
“Ah, jeongmal-jeongmal Jeosonghamnida agashii. We’re very sorry.”
Manajer hyung cepat-cepat melerai kami, tak mau sampai terjadi keributan. Member Big Bang yang lainnya juga berusaha melerai kami, hanya Taeyang yang masih terpaku di tempat-nya berdiri. Manajer Hyung melotot kearah-ku sambil memonyong-monyongkan mulut dan mendelikkan matanya menyuruhku untuk segera meminta maaf. Aku menghela napas panjang. Baiklah, aku mengalah kali ini. Kami memang sedang terburu-buru. Pesawat sebentar lagi boarding.
“baiklah nona, siapapun dirimu aku minta maaf karena sudah menabrakmu dan membuatmu kesal. Kami sangat terburu-buru, jadi…” 
Dia menatapku kesal, chihuahua-nya menggonggong kearahku. Aku tersenyum sinis membayangkan apakah Chihuahua-nya yang manis itu akan tetap menyalak kepadaku kalau aku membawa Gaho bersamaku. Tiba-tiba ada cahaya blizzt kamera dari arah samping kami. Dia terkejut, begitu pula aku. Dengan cepat ia memunggungi cahaya itu.
“Kiera!!” teriak teman-temannya secara bersamaan, tampak shock. “I know!” desisnya pelan, sambil melirik tajam kearah-ku, dia berbalik arah dan  berjalan cepat menghindari kamera diikuti teman-temannya.
“Jeongmal Joseonghamnida Agashii!” seru Manajer Hyung sambil membungkukkan badan 900
Kiera. Namanya Kiera. Tapi, kenapa dia yang menghindari kamera? Bukankah harusnya itu kami? Ah lupakan. Aku melihatnya menghilang di balik pintu.
“Kajja, nanti kita ketinggalan pesawat, kalau telat YG appa bisa marah lagi.” Ucap TOP sambil merangkul bahuku, aku mengangguk pelan diikuti Seungri yang masih melongo. Sedangkan Daesung dan Taeyang menyusul kami dari belakang. Kami berjalan menjauh menuju pintu keberangkatan, menuju pesawat yang akan membawa kami ke Amerika. 
*Jiyong Pov End*
*Kiera Pov*
Ah. Kenapa aku sial sekali. Pasti sebentar lagi wajahku akan muncul di Internet, dan semua orang akan tahu kalau aku ada di Korea. Aigo Cham! Oettoekajji? Setelah menunggu cukup lama, orang suruhan harabojji akhirnya datang. Hari pertamaku di Korea sungguh berantakan, apa ini pertanda kalau aku memang tidak ditakdirkan untuk tinggal di Korea. ARGH!!
Sesampainya dirumah aku disambut dengan cukup meriah oleh harabojji dan pegawai-pegawainya. Suasana Rumah harabojji di Pyeong Cheong Dam-Dong menjadi ramai karena kehadiranku, semua pegawai menyambutku dengan tangan terbuka membuatku sangat bahagia. Mungkin memang tak pernah ada yang salah dengan keputusanku yang satu ini. Yah, tidak salah.
“Harabojji! Ouh… miss you so much. Kenapa kau menjemputku lama sekali? I’m waiting for you for a long time.” ucapku dengan nada manja, cemberut sambil memonyongkan bibir dengan menggemaskan. 
“Aigo Kiera-ah jeongmal mianheo.” sahutnyanya seraya memelukku hangat
Tiba-tiba Park Ajjusshi menghampiri kami, Park Ajjusshi adalah orang kepercayaan Harabojji yang sudah bekerja puluhan tahun di rumah ini, termasuk  mengurus segala keperluan Harabojji.
“Jeongmal Jeosonghamnida Agashii, tadi di jalan tiba-tiba terjadi kecelakaan sehingga membuat saya terlambat sampai di bandara dan membuat anda menunggu sangat lama. Jeongmal jeosonghamnida, Anda boleh menghukum saya.” Ucapnya sambil membungkuk rendah.
“Geurae” sahutku dengan nada sinis membuat semua orang terkejut begitu pula harabojji.
“Kiera-ah??!” tegur harabojji dengan nada mengingatkan
Aku tak memperdulikan teguran harabojji, malah berjalan pelan menghampiri Park ajjusshi. Sambil memperlihatkan wajah pura-pura marah aku meletakkan tanganku di bahunya “ sebagai hukumannya……” kata-kataku menggantung membuat Park ajjusshi semakin gugup. Aku terkekeh pelan,”kau harus menyiapkan Bulgogi, Bibimbab, Dak Doritang, Kimbab, Nengmyeon dan Samgyetang dengan Bokbunja Ju yang paling enak di seluruh Korea. Aku kecapaian dan kelaparan ajjusshi.” Ucapku dengan nada memelas imut..
Semua orang tertawa lega melihat tingkahku yang sok imut, Antonio malah dengan terang-terangan memukul punggungku dengan gaya sok dramatis. Aku ikut tertawa kemudian berbalik memperkenalkan diri
“Anyonghaseo, choneun Syakiera Crystal Kim imnida, bangapseumnida.” Ucapku sambil membungkukkan badan kearah para pegawai harabojji. “ini asisten-asistenku, Antonio dan Lyka.” Mereka ikut-ikutan membungkukkan badan ragu-ragu.
Mereka semua tertawa senang dengan keramahanku, mungkin mereka mengira aku akan menjadi seseorang yang sombong setelah menjadi model Top dunia dan tinggal di luar negeri. But, I’m not like kind a girl guys.
“Ne Agasshi. Saya akan menyiapkannya special untuk anda, anda pasti sudah lama tidak merasakan dan menikmati makanan Korea yang asli bukan? Tapi saya sungguh tak menyangka anda masih mengingatnya dengan jelas.” Ucapnya sambil tersenyum tulus
“tentu saja aku mengingatnya, hanya mungkin melupakan sedikit rasanya. Ouh I miss that. Ah.. palliwa ajjusshi, I’m so starving!” sambil mengelus perutku yang kelaparan.
“Ah geurae Agasshi jamshimmanyeo, eo?” seraya buru-buru pergi ke belakang diikuti beberapa pelayan
“Aigo Chagi-ah, apa kau bisa menghabiskan semuanya? Tanya harabojji sambil merangkul pundakku dan mengajakku masuk, aku hanya tersenyum mengiyakan “ayo anak-anak, kita masuk diluar dingin. Ayo bersihkan badan kalian, aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian semua.”
Malam itu ku habiskan dengan bernostalgia, setelah makan dengan lahapnya sampai kenyang, sejenak melupakan diet-ku. harabojji mengajakku melihat foto-foto masih kecilku sampai dewasa saat dulu aku sering mengunjunginya di Korea. Beberapa menit yang lalu Daddy baru saja menghubungiku langsung dari Spanyol guna menanyakan keadaanku dan harabojji. Ternyata ia mengkhawatirkan keadaanku, kalau-kalau aku merasa jenuh berada korea. Namun ku katakan padanya kalau aku baik-baik saja. Sejauh ini semuanya berjalan dengan lancar. Sampai………….
Aku masih berada di tempat tidur king size-ku bergelung nikmat di balik selimut tebal, saat dengan tiba-tiba Lyka menarik selimutku membanggunkanku dengan paksa.
“Ah.. whats going on?!” teriakku kesal.
“Wakeup girl, lihat ini. wajahmu muncul lagi di internet!” serunya
Aku bangun secara tiba-tiba membuat kepalaku sedikit pusing. “Apa??!!! Internet? Again? Mana?” tanyaku panik, sambil menarik Ipad dari tangan Lyka
“MODEL TOP DUNIA SYAKIERA KIM TERLIHAT SEDANG ADU MULUT DENGAN BINTANG PAPAN ATAS KOREA DI INCHEON INTERNATIONAL AIRPORT” judul lainnya, “MODEL CANTIK SYAKIERA KIM MENGUNJUNGI KOREA” ada juga, “APA YANG DILAKUKAN SYAKIERA KIM DI KOREA?????” yang paling ekstrim berbunyi seperti ini, “TERLIBAT SCANDAL DENGAN MILLIONAIRE ASAL RUSIA MEMBUAT MODEL CANTIK SYAKIERA KIM KEMBALI KE TANAH KELAHIRAN”
“Mwoya igo?! Paparazzi. Not again.  Ugh.” Aku berteriak kesal melempar Ipad kearah lantai hingga menimbulkan suara nyaring dan dengan menyedihkan benda itu hancur berantakan tanpa bisa tertolong lagi.
“OMG, ini gadget kesepuluh yang sudah kau hancurkan tahun ini Kiera! Just calm down. Ucapkan mantramu.” Ucap Lyka berusaha menenangkanku
“Mwo?? Adu mulut? Skandal dengan millionaire Rusia? Nugu? Abrammovich? Owh God!”
“sudahlah, mereka hanya menerka-nerka dan itu memang pekerjaan mereka, tak usah terlalu di ambil pusing, sekarang lebih baik kau memikirkan tentang apa yang akan terjadi di Korea. Aku rasa sebentar lagi media Korea akan mulai memburumu. Aku lebih khawatir dengan apa yang akan menimpamu disini, Apalagi kau terlibat langsung dengan salah satu bintang mereka.” Sahut Lyka sambil lalu
Aku bangkit kemudian berjalan mondar-mandir dengan kesal sambil berpikir, “ya, kau benar. G-Dragon, bukankah itu sedikit berbahaya? Ah, apa harabojji sudah berangkat ke resort? Atau ke Silicomtech? Sepertinya aku kesiangan, Jetlag lagi. I think.” 
Lyka mengangguk , “kakekmu pergi ke resort, katanya sedang ada pembangunan gedung baru di resort,”
“Oh… Tapi apa harabojji tahu tentang masalah ini?” 
Lyka mengangguk lagi kemudian menyerahkan secangkir kopi yang baru saja diantar  pelayan kepadaku , “Dia tidak terlalu peduli sepertinya. Menurutku yang ada dipikirannya adalah kau ada disini, disisinya dan itu sudah cukup untuk membuatnya merasa lebih tenang tak peduli dengan apa yang akan terjadi dimasa depan, selama kau ada bersamanya sampai saat itu ia akan selalu melindungimu dari apapun.”
Aku menghela napas lega, menyeruput pelan kopi-ku. “Ah, siapkan bajuku. Aku mau mandi setelah itu kita ke resort, ada yang ingin aku sampaikan padanya. Hmm… mana Antonio?”
“jalan-jalan ke kebun jeruk di belakang. Terlalu menikmati rumah kakekmu ini rupanya. Woaah… aku juga suka sekali berada disini, rumah kakekmu sangat luas. By the way, haruskah ku panggil dia?”
 “tak usah.” Aku tersenyum tipis kemudian langsung menuju kamar mandi dan menutup rapat pintunya.
*Kiera Pov End*
*Jiyong Pov*
Kami baru saja tiba di New York 2 jam yang lalu dalam rangkaian World Tour YG Family III saat tiba-tiba TOP menyalakan televisi di channel US Weakly dan menampilkan wajah yang sangat familiar dimataku. Mataku terbelalak. Gadis itu……aku tahu sekarang siapa dia.
“Model top berusia 22 tahun Syakiera Kim terlihat sedang bersama seorang pria di Incheon International Airport, Korea Selatan. Ini bukan pertama kalinya Syakiera Kim terlihat dekat dengan beberapa pria. Salah satu yang masih hangat hingga saat ini adalah kabar kedekatannya dengan Millionaire asal Rusia pemilik Club Sepak Bola besar di UK berinsial Mr. A, namun banyak juga rumor yang mengatakan kalau saat ini ia sedang berkencan dengan pemain bola terbaik dunia Lionel Messi asal Club elite, Barcelona. Tapi rumor akan tetap menjadi rumor untuk seorang Syakiera Kim, tak pernah terbukti ataupun terdeteksi. Syakiera Kim memang terkenal sebagai pribadi yang selalu menutup rapat kehidupan pribadinya dari media. Namun yang jelas, saat ini belum dapat dipastikan siapa pria yang bersama dengannya di Bandara saat itu, dan tentu saja masih menjadi misteri tentang siapa pria yang mampu merebut hati wanita sexy idola kaum pria tersebut. Sekarang yang dapat kita lakukan hanyalah melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, reporter kami akan melaporkan langsung dari Seoul, Korea selatan.”
Terlihatlah poto kami saat berada di Bandara kemarin. Mataku melotot memandang wajahku yang terpampang jelas di TV. Ah… bodoh! Apa lagi ini? kenapa berita menyebar secepat  api di musim panas seperti ini? Hah. Sekarang aku ingat siapa dia. Pantas aku seperti pernah mengenalnya dan ternyata aku memang sering melihatnya di majalah-majalah top dunia seperti Vough, Elle dan Cosmopolitan. Aiissh.. babo!
“kau ada di TV Amerika Serikat. Sekarang mungkin kau sudah menjadi pria yang paling dicari oleh seluruh media di dunia. Aku sudah mengiranya, aku merasa aku seperti pernah melihat wanita itu sebelumnya dan lihat siapa dia sebenarnya? Lionel Messi? Woaah….. Jiyong-ah selamat, kau benar-benar beruntung.” Ucap TOP mendramatisir
Tiba-tiba Seungri menerobos pintu kamarku dengan seenaknya cenderung brutal
“Ya!!! Maknae.. apakah kau bisa bersikap sopan sedikit di depan hyung-hyung-mu ini, hah!” teriakku jengkel pada maknae yang selalu bertingkah sembarangan ini.
“Shireo hyung, sebelum kau jelaskan mengapa kau bisa ada di televisi. Kau tahu, YG appa dan YG Family lainnya hampir mati karena terkejut melihat berita itu, bukankah itu gadis cantik yang kita temui dibandara? Yang marah-marah karena kau menabraknya kan?” tanyanya panjang lebar membuatku jengah Taeyang dan Daesung menyusul di belakangnya.
“Ah… nan molla! Aku tidak tahu kalau dia adalah model terkenal,” sahutku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal
Taeyang tersentak kaget,”Jinjja?! OMO… kau benar-benar tidak tahu siapa dia. Aigo-ya.. bukankah kau sangpenggila fashion? Aku bahkan bisa tahu dengan jelas hanya dengan sekali pandang,”
“Ya!! Aku bukan kau yang setiap saat melihat majalah fashion. Lalu kenapa kau tidak memberitahuku, kau malah diam saja. Babo!” teriakku sambil menjitak kepalanya geram, membuat Jiyoung mengeluh kesakitan
Sekarang giliran CL , Bommie nunna, Dara nunna dan Minzy yang masuk kekamarku.
“Aishh… sekarang apa lagi? Kan sudah kubilang kalau aku sama sekali tidak tahu tentang gadis itu…..”
Kemudian Minzy berteriak kegirangan, “Kyaa! Oppa kenalkan aku padanya, eo?! Kau sangat beruntung karena bisa bertatap muka langsung dengannya? Kapan itu terjadi? Bukankah saat itu kita sama-sama sedang ada di bandara, lalu kenapa hanya kalian yang bisa bertemu dengannya! Kau tahu, kemarin aku melihatnya mengenakan bikini rancangan Victoria’s Secret, ada kemungkinan mereka akan menjadikannya the next Angel, setelah model tercantik mereka Alexandra Ambrissio keluar. Omo.. dia benar-benar cantik oppa!”
“Minzy-ah…. Dengarkan oppa, eo! Oppa bahkan tidak tahu siapa dia, jadi jangan minta oppa untuk mengenalkannya kepadamu, arraseo! Kau Tanya saja pada Yongbae Oppa, sepertinya dia lebih mengenal gadis itu.” Sahutku pelan
“jeongmalyo oppa??!” teriak Minzy tambah girang kearah Taeyang, kini gantian Taeyang yang diburu oleh Maknae 2NE1 itu.
“A…aniya,” sahutnya gugup. ‘Hahaha rasakan kau’ desisku dalam hati.
“Yaa.. G, aku harap pemberitaan kali tidak akan menjadi skandal lagi untuk mu. Apalagi pemberitaan kali ini melibatkan media di seluruh dunia. Kasihan YG appa, dia sudah terlalu lelah mengurusi semua masalah-masalah kita tahun lalu, Aku tak yakin dia akan mampu kali ini.” tegur Dara nunna bijak
“Aishh.. jinjja nunna, aku bahkan tidak tahu siapa gadis itu.. hmm anni, maksudku bukan tidak tahu, aku sudah pernah melihatnya beberapa kali di majalah tapi aku benar-benar lupa saat itu sampai Taeyang yang mengingatkannya lagi padaku 10 menit yang lalu. Dan kami benar-benar hanya bertabrakan itu saja, aku sedang meminta maaf padanya saat tiba-tiba paparazzi memotret kami, Tanya saja pada mereka.” Ucapku sambil menunjuk member BigBang yang lainnya.
Mereka hanya mengangguk-ngangguk membenarkan, tiba-tiba se7en Hyung melongokan kepalanya dari balik pintu, “Ya! Jiyong-ah, kau di tunggu YG appa di kamarnya.”
“oh God… it can be happening!” desisku
“Ya… palliwa,” teriak Se7en hyung
“araseo..araseo,” sahutku malas malasan
“oppa semangat, aku mendukungmu dengan Kiera Onnie!” teriak Minzy dengan suara nyaringnya.
“ne hyung, aku tahu kau tidak salah, katakan saja yang sejujurnya pada YG appa, mungkin itu bisa membuatnya mengerti.” Ucap Daesung berusaha menghiburku
“itu sudah pasti, karena memang tidak pernah terjadi apapun antara aku dan gadis itu.” 
Sudah pasti aku kembali menjadi bulan-bulanan YG appa, marah? Tentu saja. Tetapi  aku tahu reaksi appa ini lebih kepada karena mengkhawatirkanku. Setelah aku menceritakan semua kronologisnya appa mulai melunak. Kini ia memegangi kepalanya, memikirkan langkah apa yang harus kami lakukan selanjutnya. Konser belum dimulai tapi sudah ada pemberitaan semacam ini, YG appa yakin, mungkin beberapa Paparazzi akan mencoba memburuku setelah mereka tahu aku akan tampil. Dan langkah bijak yang diambil YG appa adalah, memberikan pengamanan seketat mungkin padaku selama konser berlangsung sampai kami kembali ke Korea nanti. Dan benar saja dua jam kemudian media mulai menyadari keberadanku dan mulai memadati Madison Square, tempat dimana kami akan mengadakan konser. Kebetulan saat ini aku dan artis YG yang lainnya sedang melakukan GR terakhir, dan disinilah aku berakhir. Aku terpaksa melarikan diri kembali ke hotel. Di hotelpun wartawan sudah menanti kedatanganku. Argh.. benar-benar sial!
*Jiyong Pov End*
*Author Pov*
Sebagai seorang CEO yang cerdas, Yang Hyun Suk memerintahkan seluruh YG family untuk bungkam sampai acara selesai. Ternyata tak tanggung-tanggung, ia berpikir secepat roket. Mengambil keuntungan dari kejadian ini menurutnya adalah sebuah tindakan yang bijak. Sikap bungkam mereka menuai reaksi penasaran orang, sampai akhirnya sesuai perkiraan, satu hari menjelang konser tiket konser YG World Tour sold out! Wow! Satu rekor baru. Hampir 20 ribu tiket yang dijual kini terjual habis. Bahkan masih banyak VIP di Amerika yang tidak kebagian tiket menuntut ke YG Management. Sebenarnya hanya satu tujuan mereka yaitu ingin mengetahui siapa sebenarnya orang yang saat ini sedang dekat dengan Syakiera Kim, sang model papan atas dunia.
Kembali ke Korea, Kiera sedang berusaha membujuk kakeknya agar mau untuk membiarkannya tinggal sendiri. Sebelum ia berangkat ke kantor kakeknya, Kiera sempat melewati sebuah kawasan pemukiman yang menurutnya sangat nyaman untuk ditinggali. Daerah itu bernama Gangnam dan tepat berada di sekitar sungai Han. Kiera memutuskan tinggal sendiri karena ia beranggapan kalau akan sangat tidak bijaksana kalau ia masih saja merepotkan kakeknya yang sudah sangat repot dengan kesibukannya  setiap hari. Jadi, tinggal sendiri merupakan langkah yang tepat untuk memulai hari  yang baru di dunia yang baru. Tapi, apa yang akan terjadi kalau yang harapkan tidak sesuai dengan harapanmu. Your gonna die.
*Author Pov End*
*Kiera Pov*
“Ouch..come on! You cant do this for me…” ucapku frutasi sambil mondar mandir di depan harabojji
“speak Korean please. Dan asal kau tahu, kakek bisa melakukan apapun yang kakek mau. Untuk apa kakek menyuruhmu pulang kalau toh kau harus meninggalkanku lagi? Apa kau kurang puas dengan kamarmu yang sekarang? Kita bisa merenovasinya sesuai dengan keinginanmu. Atau rumah kakek kurang besar untuk kau tinggali? Oh, I don’t think so.” Sahut harabojji keras kepala masih tak mengijinkanku untuk tinggal sendiri
“tapi kek, kau kan tahu profesiku itu seperti apa, akan banyak wartawan atau paparazzi yang akan terus mengincarku setiap saat dan itu artinya kehidupanmu yang semula nyaman kapan saja bisa berubah menjadi berantakan. Aku tak mau itu terjadi padamu. Lagipula aku melihat sebuah rumah yang sangat indah dan halamannya sangat luas sedang dijual di kawasan Gangnam dan aku berencana ingin mengambilnya sebelum orang lain merebutnya dari tanganku. Aku juga ingin menunjukkan sedikit kemampuan design yang kumiliki dengan merenovasi rumah itu nantinya,” Sambil menggosok-gosokkan kedua tanganku manja.
Tiba-tiba kakek memanggil Park Ajjushi untuk masuk ke ruangannya. Yang bersangkutan segera masuk dan memberikan hormat sekilas.
“ne Sajangnim. Anda memanggil saya?”
“ah ne asisten Park, aku ingin bertanya padamu, apa kau melihat ada sebuah rumah mewah yang sedang di jual di Distrik Gangnam?”
“Harabojji!!” ucapku memprotes tindakannya yang seolah-olah tidak percaya kepadaku.
Park Ajjushi menatapku sekilas kemudian kembali menjawab, “ah ne, rumah yang itu. Itu adalah rumah milik keluarga dari Kang Joo Grup. Rumah yang cukup nyaman untuk di tinggali. Luas dan elegan. Mereka menjual rumah itu karena mereka butuh dana untuk perusahaan mereka yang hampir Collapse. Dan setahu saya sampai saat ini rumah itu belum terjual.”
“I told you grandpa…” ucapku kegirangan
“Korean Please!” Sahut Harabojji
“Ups! Mianheo harabojji, so…… ottoekeyo?”
Kakek tetap menggeleng-gelengkan kepalanya. “Andwe, no excuse. Araseoyo chagia!”
“harabojji,” masih merengek rengek sambil menghentak-hentakkan kaki manja.
“kiera-ah, kakek harus kerja, eo?! We talk about it later ok. Sekarang lebih baik kau melihat-lihat kampus barumu.  Kakek sudah mengurus semua berkas kepindahanmu ke KUN. Dan mulai hari senin kau sudah mulai bisa masuk. Ah iya, aku juga ada kelas hari ini. Kau mau pergi denganku?”  Tanya  harabojji penuh semangat
“harabojji andweo… aku tidak akan mau masuk ke kampus sebelum kau membiarkanku membeli rumah itu.” Tantangku 
“geurae..” ucap Harabojji sambil berlalu dari hadapanku di susul pengikut setianya, park ajusshi.
“geurae mwo?!!!!” teriakku frustasi.
------------------------------------------------------
Aiiisssh…. Hariku benar-benar kacau. Satu hari saja belum berlalu, tapi semua orang sudah bekerja keras untuk membuatku kesal. Ok. Hidup memang keras Kiera, sadarilah itu. Tapi apa hubungannya? Kakekmu merindukanmu dan ayahmu memaksamu menemuinya, kau menemuinya tapi apa yang kau dapatkan? Nothing. Terdengar kejam memang. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Andwe… kau yang tak tahu balas budi Kiera. Kau terlalu lama meninggalkannya. Dan sekarang kau menuntut untuk menjauh darinya? Apa yang ada di pikiranmu gadis bodoh!aku memukul  kepalaku sendiri yang sudah bersikap bodoh dan kekanak-kanakan. Setelah memikirkannya, aku baru sadar banyak alasan mengapa kakek tak mengizinkanku tinggal sendiri. Salah satunya, kecenderungan masyarakat Korea yang masih sangat kental tata krama dan adat  istiadatnya. Apa kata orang, kalau mereka mengetahui seorang  gadis muda tinggal sendirian di sebuah rumah mewah seperti itu. Baiklah, kau menang kali ini harabojji. Aku akan menurutimu. Rumah, sekolah dan karirku sekarang ditanganmu.
*Kiera Pov End*
*author Pov*
Kiera keluar dari mobil Audy perak Metalic miliknya, sambil menenteng beberapa kantong belanjaan. Hari ini ia berhasil menghindar dari kejaran wartawan lokal yang ingin meliputnya. Untung saja harabojji bertindak lebih cepat, ternyata ia menyuruh beberapa Bodyguard-nya untuk memantau Kiera di luar. Jadi ia selamat hari ini. Hari ini, Antonio dan Lyka, tidak ikut dengan Kiera, mereka sedang sibuk mengatur ulang schedule Kiera yang sempat berantakan karena kepulangannya ke Korea. Menunda beberapa jadwal pemotretan sampai satu bulan ke depan, itu cukup menyita waktu mereka. 
Sambil lalu Kiera melemparkan kunci mobil kearah pelayan yang sudah menunggunya di depan pintu
“Cuci mobilku ajusshi, besok hari pertamaku masuk kampus baru. Jadi semuanya harus sempurna. Arrachi!” ucap Kiera sambil mengedipkan sebelah mata
“Ah ne, agasshi.” Sahutnya tampak tersipu malu melihat senyum menawanku
“gomawoyo ajusshi.” Teriak Kiera seraya berlari ringan masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah, beberapa pelayan mencoba membantu Kiera dengan menawarkan diri untuk membawakan belanjaannya, tapi ia menolak mentah-mentah.
“Gwenchana onnie, aku bisa membawanya sendiri, kau lanjutkan saja kerjamu, eo!” sahut Kiera santai
Itulah salah satu kelebihan lain yang dimiliki Kiera, tak pernah menganggap rendah orang lain, apapun profesinya apalagi harus merepotkan orang-orang disekitarnya. Kecuali Antonio dan Lyka. Tentu saja.
Kiera tak menyadari kakek yang sedang menunggunya di ruang tengah sambil meminum secangkir kopi pahit yang sejak dulu menjadi kesukaannya, ia hanya berjalan melewatinya dan langsung menuju dapur dengan menenteng belanjaan yang lumayan banyak. Melihat itu kakek hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum senang. Bagaimana tidak, sudah lama ia tak melihat cucunya berlalu lalang di sekitaran rumahnya yang luas ini. Kini hal itu sudah menjadi kenyataan. Dan rumah yang dulu terasa dingin kini kembali terasa hangat bagi pria tua itu. Dan ia berjanji akan melakukan apapun untuk melindungi Kiera. Sang Cucu kesayangan.
“auh.. berat sekali barang ini!”
“Agasshi, a..apa yang kau lakukan dengan belanjaan itu? Aigo….!” Teriak Jung Ahjumma, Kepala chef di rumah kami dengan suara beratnya. Ia buru-buru membantu Kiera yang tampak sedang kerepotan menahan beban berat.
“Agasshi… apa yang sedang kau lakukan, eo? Kalau kau ingin sesuatu untuk dimakan, kau tinggal mengatakannya padaku. Kenapa harus membelinya sendiri? Merepotkanmu saja. Aigo cham…!” dengusnya tak percaya melihat tingkahku yang mengagetkannya.
“Mianheo Ahjumma, aku hanya ingin memastikan apa yang ku makan benar-benar rendah kalori.” Ucapku sambil menyengir kuda dan terkikik geli
“baiklah agasshi, sesuai dengan permintaanmu. Kau ingin makan apa malam ini, eo?” Tanya Jung Ahjumma
“masakkan makanan Italy untukku. Aku lapar. Tortilla, Ouh I miss that! Jawab kiera antusias cenderung kekanakan yang langsung membuat seisi dapur tertawa sembunyi-sembunyi. Tak menyangka kalau wanita yang terlihat dingin dan rupawan bahkan terkesan mengerikan di TV dan majalah adalah seorang yang manja dan humoris.
“kalian menertawakanku? Tidak mau mengerjakannya?” kiera mendelik pura-pura kesal
“A..aniya Agasshi!” sahut semua koki yang ada di dapur secara serempak karena panik.
Kiera tertawa renyah memperlihatkan lesung pipi samar yang membuatnya menjadi semakin cantik lagi “gogchongmaseyo, jangan panik seperti itu! Aku hanya bercanda. Ini hari pertamaku di Korea, jadi aku ingin semua orang tidak terlalu menganggap diriku yang sekarang sama seperti diriku yang ada di TV ataupun di majalah. Aku ingin kalian melayaniku dengan tulus, bukan karena terpaksa atau tertekan. Anggaplah aku seorang teman yang sedang  butuh bantuan kalian semua, Arraseo!” Sahut Kiera panjang lebar, ia tak menyangka mampu berbicara sepanjang itu. Biasanya ia hanya mampu berbicara tak lebih dari 2 baris kalimat dengan orang yang baru dikenalnya.
“ne, agashi, khamsahamnida. Sudah mau sejujur ini pada kami. Kami sangat senang anda akhirnya mau kembali  lagi ke Korea untuk menemani Tuan besar yang sudah tua. Dia membutuhkan seseorang untuk menyokong dan mendukungnya. Dan aku rasa tak ada orang lebih mampu melakukan itu semua kecuali anda agasshi. Dan saya berjanji, kami semua akan melakukan yang terbaik untuk keluarga ini. Benarkan semuanya?’ teriak jung Ahjumma kepada anak buahnya.
“Ye…chef. Kami akan melakukan yang terbaik untuk Agasshi dan tuan besar.” Teriak salah seorang dari mereka.
Kiera tertawa senang, “Ne.. Gomawoyo. Ah, satu lagi. Maaf kalau bahasa Koreaku masih kurang lancar, mungkin dua bulan ke depan aku baru bisa memperbaikinya. Ok, aku keluar sekarang, jangan lupa makananku! Antarkan ke kamar.”
“Ye Agasshi!!!”
Semuanya tertawa senang melihat pendekatan yang coba Kiera bangun. Kiera berfikir, mungkin ini awal yang baik untuk memulai segalanya. Ia akan mencoba bersikap lunak pada harabojji mulai sekarang. Semuanya memang harus dilakukan dengan perlahan agar mencapai hasil yang maksimal.
*Author Pov End*
*Jiyong Pov*
Konser berjalan dengan lancar, semuanya sesuai dengan target, termasuk misi bungkam yang dilakukan YG appa dan seluruh YG family menyangkut rumor tentangku yang sedang merebak bak meteor jatuh yang menembus bumi. Kini semua media social di internet menjadikan namaku dan gadis yang bernama Syakiera Kim itu sebagai Trending Topic terhangat saat ini. Ah, ini membuatku gila. Ingin rasanya aku segera kembali ke Korea untuk bertemu gadis yang sudah merusak semua hari-hari menyenangkanku. Semua anggota YG family terlihat bahagia dengan kesuksesan konser kami yang mampu menghadirkan lebih dari 100 ribu VIP, Blackjack dan Fans YG Family lainnya ke dalam satu ruangan, Madison square. Tempatnya para bintang dunia melambaikan sayap terbang ke angkasa. 
Hari ini hari terakhir kami di Amerika, nanti malam kami akan kembali  ke Korea.  Jadi, semua YG Family dan para crew berencana untuk melepas penat dengan jalan-jalan mengelilingi kota  New York yang penuh dengan kemegahan. Tapi apa yang terjadi denganku? Aku harus merelakan semua anggota YG Family pergi tanpa melibatkan diriku. Argh.. ini benar-benar menyebalkan.
“Yaa Jiyong-ah Gwaenchanayo?” Tanya TOP
“hm.. pergilah. Jangan lupa belikan apa yang sudah ku pesan.” Sahutku tak bersemangat
“ne, aku akan membelikannya untukmu. Geunde, kenapa kau tidak ikut saja bersama kami? Kami semua akan melindungimu dari serbuan paparazzi.”
 “dan merusak suasana jalan-jalan kalian yang menyenangkan dengan terus-terusan berlari untuk menghindari paparazzi? Pabboya!” dengusku kesal sambil meraih remote TV dan menghidupkannya.
TOP hanya nyengir. Tak berapa lama Daesung, Youngbae dan Seungri masuk ke kamar kami.
“hyung apa kau sudah siap? Ayolah, Minzy dan Chaerin sudah marah-marah. Katanya kau lama sekali berdandannya. Atau jangan-jangan syndrome Prince charming Jiyong Hyung itu kambuh dan menular kepadamu di saat yang tidak tepat?” Tanya Seungri penuh selidik, menelisik TOP dari atas sampai ujung kaki. Membuat yang diperhatikan mendengus kesal dan langsung melemparkan sandal hotel ke wajah sang Maknae BigBang tersebut. Alhasil, kini ia sendiri yang di-Bully para Hyung-nya itu.
“Hey, sudah berhenti bermain. Ayo cepat pergi keluar, kalian ingin membuat Chaerin berubah menjadi monster dan  memporak-porandakan kamarku? Kalian mati kalau sampai membuat dia mengamuk di kamarku.” Ancamku sambil melirik ke 4 orang gila ini dengan tatapan maut. 
Hal itu tak ayal membuat mereka berlari keluar kamarku dengan terburu-buru. Lebih takut melihat kemarahanku
“Hey, jangan lupa pesananku!!!’ teriakku
“Ne…” teriak mereka bersamaan.
Aku  mendesah pelan. Sungguh luar biasa efek yang ditimbulkan gadis itu. Dalam jarak 24.000 Km dari Korea, Ia berhasil membuatku terkurung di dalam kamar. Awas kau Kiera-ssi, aku akan menemukanmu dan meminta pertanggung jawabanmu sekembalinya aku ke Korea.
*Jiyong Pov End*
*Kiera Pov*
Ah.. ternyata pagi ini tak seburuk dugaanku. Dengan minidress kain bermotif bunga-bunga kecil berwarna merah muda, bagian belakangnya terbuka dan memperlihatkan kulit cokelat mulusku. aku turun menemui harabojji untuk sarapan pagi.
“Omo! Pakaian apa yang kau pakai itu sayang?!” mata grandpa Kim melotot lebar sekali. Syok.
“Harabojji, ini masih pagi. Jangan memulai sesuatu yang hanya akan membuatmu kesal nantinya ok!” sahutku ceria, sambil mencomot sehelai roti dan langsung melapisinya dengan salai strawberry kesukaanku.
“aigoya. Apa kau akan seperti itu nanti?”
“nanti? Memangnya aku mau kemana harabojji?”
“ya!! Nanti kau harus pergi ke kampus. Jangan bilang kau lupa kalau hari ini adalah hari pertamamu masuk kuliah.”
“Upsss, sorry. I forgot!” sambil mengigit roti yang sudah kulapisi selai secara merata
“aigo. Masih muda sudah lupa, apa kata orang-orang nanti kalau mereka mengetahui cucu seorang CEO Kim amnesia di usia muda, eo?”
“Aisssh, harabojji. Mianheo. Geunde Harabojji, apa kemarin kau yang menyuruh anak buahmu untuk melindungiku dari kejaran paparazzi? Gomawoyo, harabojji. Aku tak tahu apa yang akan terjadi jika mereka tidak ada disana. Hampir saja aku tertangkap. Aissh… aku benci sekali saat-saat seperti ini, dikejar-kejar wartawan membuatku gila. Apalagi sekarang aku sudah melibatkan artis mereka. Ottoekeyo harabojji?” tanyaku dengan sedikit nada khawatir
“gwaenchana chagia, selama kau ada disisiku. Tak akan ku biarkan mereka menyentuhmu walau seujung rambut sekalipun. Geunde, bagaimana dengan jadwal pemotretanmu? Apa kau yakin akan menundanya sampai satu bulan kedepan?”
“hmmm… aku ingin focus dengan kuliahku dulu untuk sementara. Setelah bisa beradaptasi dengan lingkungan baru ini, baru aku akan kembali memulai segalanya. Harabojji, aku juga manusia yang butuh istirahat. Sungguh aku sangat lelah dan ingin berhenti. Tapi aku tidak bisa, kurasa jiwaku sudah tertawan di dunia entertainment. Jadi, mianheo harabojji, kalau aku belum bisa jadi cucu yang berguna untukmu.”
Harabojji tersenyum bijak dan menguatkan. “gogchongma, adakalanya seseorang akan merasa kalau apa yang sudah ia lewati adalah saat-saat paling menjenuhkan dalam hidupnya. Tapi semua itu hanya fatamorgana semu yang harus kau lewati, sampai pada akhirnya kau akan tahu mana yang benar-benar terbaik untuk hidupmu. Itulah yang sebut proses. Proses itu yang akan mendewasakan dirimu. Dan selama proses itu berjalan, aku akan bertahan disisimu nak. Asalkan kau juga tahan berada disisiku” sahut harabojji sambil terkikik geli dan merusak kharisma yang baru saja dibentuknya.
Aku tersenyum menanggapi gurauan harabojji. Kami berdua sama-sama terdiam sambil kembali menikmati hidangan yang ada di atas meja. Para pelayan dengan setia menunggui kami makan.
“Geuraeso, apa kau akan mengizikanku untuk membeli rumah itu?!” tanyaku memecah kesunyian
“Mwo?!!!! Ck! Yak!!!!”
Aku langsung lari menghindari amukan harabojji sambil tertawa penuh kemenangan
*Kiera Pov End*
*Author Pov*
Bertunggangkan Aston Martin one-77 putih gading Kiera tampil berkelas dan luar biasa menawan pagi ini. Mobil mahal itu di belinya 4 bulan yang lalu seharga $ 13,1 juta dan tiba di rumahnya tadi malam. Kini dengan percaya diri Kiera membawa mobil kebanggaannya itu dan Antonio duduk manis disampingnya dengan pandangan was-was. Hari ini Antonio memaksa kiera agar membawanya ke kampus, ia tak mau terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada Kiera. Kiera berusaha menenangkan Antonio dengan berkata kalau ia akan baik-baik saja. Tapi Antonio tetap  bergeming dan mengatakan kalau ia akan tetap mengikuti Kiera kemanapun Kiera pergi sampai pemberitaan miring tentang-nya kali ini benar-benar selesai.
Benar saja, baru saja Kiera akan turun dari mobil lampu blitz kamera langsung menerkam wajah cantiknya. Tak butuh waktu lama, beberapa security kampus dan tentu saja bodyguard berpakaian rapi ala anggota MIB yang diutus harabojji sudah berjejer rapi di depan Kiera berusaha menghalang-halangi para wartawan yang berusaha mengambil gambarnya.
“Kiera-ssi, apakah benar anda sedang berkencan dengan G-Dragon?” teriak seorang wartawan kepada Kiera. Kiera tak memperdulikannya dan terus  berjalan menuju halaman kampus, terdengar teriakan-teriakan lain yang terasa kurang jelas ditelinga kiera karena mereka hanya menanyakan hal yang sama berulang kali. Apakah ia kencan dengan GD atau tidak? Atau apakah ia memang sudah mengenal GD sejak lama dan sengaja kembali ke Korea untuk menjalin asmara kembali? Bla bla bla bla. Tiba-tiba………
“Kiera-sii, apa kau tahu kalau saat ini G-Dragon sudah menjadi TOP target untuk seluruh media di dunia setelah kabar kedekatannya denganmu merebak?” seseorang berusaha menarik tangan Kiera yang langsung dihalau oleh Antonio
Kiera berhenti berjalan dan menoleh kearah wartawan yang menarik tangannya.
“Mwo?!” Tanya Kiera datar sambil melepas kaca mata hitam dan memperlihatkan mata jernih nan indah miliknya
Serentak semua orang terdiam mendengar suara jernih Kiera mengalun lembut. Kiera berjalan pelan menghampiri wartawan berperawakan pendek tersebut.
“nuguseyo?” Tanya Kiera lembut sambil tersenyum ramah, Kiera berasumsi kalau wartawan tersebut umurnya mungkin tak jauh berbeda dengan Kiera, dua atau tiga tahun diatasnya mungkin.
“Ne?” Tanya wartawan itu gugup
“I ask you, what is your name?”
“Ki..kim Jung Sik imnida.” Sahutnya sambil membungkunkkan badan 900 . “Geunde, apakah kau tahu tentang kabar itu? Kau sudah merepotkan seluruh YG Family, gara-gara  rumor itu.” Sambungnya memberanikan diri
Kiera tertawa renyah, membuat Antonio yang berada tepat disebelahnya mengerutkan kening bingung. Seluruh kamera wartawan kembali mangabadikan moment tersebut, semua orang diam menanti jawaban yang akan keluar dari mulut Kiera.
“ah.. itu?” Kiera mengedipkan mata indahnya beberapa kali membuat beberapa orang harus menahan napas karena terpesona.
Wartawan bernama Kim Jung Sik itu mengangguk mantap menanti pernyataan Kiera selanjutnya. Tapi apa yang Kiera lakukan?
“Geunde, we have a same familly name isn’t it? Well, this is more interesting than I thought! Kajja….” Ajak Kiera pada Pria bernama Kim Jung sik tersebut seraya menatapnya penuh arti
“ne?!”
“Kiera, what do you talking about?” Tanya Antonio bingung
“Dia ingin mengetahui apakah aku tahu tentang TOP BigBang yang merana karena sudah terlibat lansung denganku. kenapa?” Tanya Kiera dengan tampang polos
“Jadi apakah rumor itu benar Kiera-ssi?” Tanya wartawan mulai kembali mengerubungi Kiera
“Merana? Memangnya kau penyakit mematikan yang bisa membuat orang merana hanya karena bertemu seperti itu?” Tanya Antonio sarkastik
“bukankan dikejar-kejar mereka bisa membuatmu menjadi orang paling merana di dunia?” tunjuk Kiera pada beberapa wartawan yang masih dengan setia menanti jawaban Kiera
Antonio tertawa ringan. “Oh. Ayolah, Prof. Kang sudah menunggumu.” Sahut Antonio tak sabar sambil menarik tangan Kiera
“Kim Jung Sik-ssi, kajja. Aku hanya mau diwawancara oleh mu saja. Exclusive and special for you.” Ucap Kiera sambil mengedipkan sebelah matanya
Antonio memutar bola matanya, tapi kemudian ia langsung menarik wartawan bernama Kim Jung Sik tersebut agar mengikuti mereka, menuju ke dalam. Semua wartawan kembali berteriak memanggil  Kiera. Namun kini Kiera kembali memasang tampang Dingin mematikan kemudian  berjalan menjauh meninggalkan para wartawan.
-TBC




Tidak ada komentar:

Posting Komentar